Warga Graha Permai Minta Bibir Sungai Dipagar


foto: ahmad sanusi/radar cirebon JEMUR KASUR. Warga Perumahan Graha Permai Kelurahan Watubelah menjemur kasur yang terendam akibat banjir yang melanda pada Sabtu dini hari.
SUMBER – Luapan Sungai Cipager yang membelah kawasan Sumber, Kabupaten Cirebon merendam ratusan rumah di kompleks Graha Permai. Perumahan yang masuk wilayah Kelurahan Watubelah itu, lokasinya memang berdekatan dengan bibir sungai tersebut. Sehingga, imbasnya sangat dirasakan warga setempat.
“Air awalnya menggenangi jalan setingi matakaki. Pada Jumat (11/3) petang sekitar pukul 18.30, air tambah tinggi dan masuk ke rumah sekitar semeteran. Baru surut tadi jam 2 dini hari,” ungkap warga Graha Permai, Zaenal bersama Agus kepada Radar, kemarin (12/3).
Mereka menuturkan, warga tidak menyangka di kompleks perumahan yang belum setahun dihuni itu terkena banjir. Sehingga perabotan rumah tangga termasuk barang elektronik seperti kulkas, kipas angin dan lainnya terendam air, karena tidak sempat diamankan ke tempat yang lebih tinggi. Terutama warga yang tidak mempunyai meja yang lebih tinggi.
Warga lainnya, Ahmad mengatakan ketika luapan air tersebut masuk ke rumah, dirinya belum pulang kerja. Sedangkan istri sendirian di rumah, tidak bisa berbuat banyak untuk mengamankan barang-barang dari terjangan air. ”Kejadian ini membuat trauma, kami jadi was-was terus,” ucapnya.
Baik Zaenal, Agus maupun Ahmad mengaku bersama seluruh warga di kompleks Graha Permai sudah mengimbau kepada developer untuk ikut bertanggung jawab, karena tidak memenuhi kewajiban dalam mempersiapkan lokasi perumahan yang aman dari banjir.
Sejak awal, sebetulnya developer PT Putra Jepara Mandiri menjanjikan akan membangun tembok benteng di sepanjang perbatasan dengan sungai, tapi nyatanya luapan air dari sungai merendamkan perumahan di sini.
“Banyak hal yang belum dipenuhi developer. Tuntutan warga, harus segera dipagar tembok agar luapan air dari sungai yang mengakibatkan banjir tidak terulang lagi. Soal lain, sudah setengah tahun akad kredit rumah belum terpasang meteran listrik. Kami berharap BTN mengevaluasi pemberian kredit kepada developer yang tidak bertanggung jawab memenuhi fasilitas kepada konsumen,” ujar mereka.
Sementara itu, pantauan Radar kemarin siang seluruh warga setempat mengeluarkan perabotannya yang basah dan dijemur di jalan. Mereka sibuk membersihkan lantai rumah dari kotoran yang dibawa banjir. (san)
Share on Google Plus

About ridwan comunity smpn 6

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment